diieTha ciie STREET TEAM sampae maTi
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

Tulang Rusuk Yang Hilang

         Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”
Lima tahun berlalu…..
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

Senin, 14 November 2011

Cintamu Ku bawa Mati

     Pada sabtu malam ada sepasang kekasih yang pergi berjalan-jalan. mereka pergi dengan menggunakan motor. namanya Tomy dan Tatha. mereka berdua sudah siap untuk berangkat.


Tomy : Cyank..kita mau kemana sekarang?
Tatha : eemmm...mau kemana yach??????
Tomy : Gimana kalau kita nonton atau ga makan.
Tatha : gaa accchhh...bosen!!!!
Tomy : Kita berangkat aja dulu ya,tar kalau ada tempat bagus mampir aja gimana?
Tatha : Ya udah pamit aja dulu ya sama ortu.
Tomy : oke dech Cyaannkk.... :)
  
       Tomy pun segera pamit dengan Ortu Tatha.


Tomy : Om,Aku mau ajak Tatha boleh kan?
Papa  : boleh Tom,asal pulangnya jangan malam-malam.
Tomy : Baik Om ...siiaapp :)
   Berhubung Papa Tatha sudah kenal dengan Tomy akhirnya mereka diizinkan.
Mama : Hati-hati ya Tomy..
Tomy : Baik Tante,saya akan jagain Tatha kok.
Papa : Baguss!!!!
Tomy : Hehe..ya udah ya Om,Tante kita berangkat dulu ya..
Tatha : Iya,,Aku sama Tomy pergi ya Pa,Ma.
Mama : Iya,,hati-hati jangan pulang malem-malem.
Tatha : Ok...Assalamua'laikum.
Mama,Papa : Wa'alaikumsalam.
   Mereka berdua pun pergi..berhenti disebuah Taman yang banyak orang,maklum Malming.
Tomy : Cyank,,turun disini dulu ya ntar lanjutin lagi dech.
Tatha : Iya dech. ^_^
Tomy : Aku beli camilan dulu ya,kamu tunggu disini.
Tatha : Iya jangan lama-lama.
    Tomy pun pergi membeli makanan dan kembali setelah itu mereka ngobrol-ngobrol sambil makan.
Tomy : Nich,makanannya.
Tatha : Asyiiikk....enak ada coklatnyajuga.Hehe
Tomy : Iya donk Cyank,Tomy gitu tau makanan kesukaan kamu..Hehe
Tatha : Ucchhhh,,,,,makasih ya Cyank.
Tomy : Sama-sama.Oh.. iya tiga hari lagi jadian kita kan?
Tatha : Oh..iya Lupa!!! yang ke-5 kan Cyank?
Tomy : Yupztt..bener banget.    
Tatha : Duucchhhh...ga nyangka ya kita udah 5 tahun.
Tomy : Iya niich...lama juga ya ,oga-moga sampe kakek nenek sampe tua yach?
Tatha : amiiin :) moga aja samapi mati juga .
Tomy : Amin,Cyank kita lanjutin lagi ya?
Tatha : Yukz..
  Mereka berdua melanjutkan jalan-jalan mereka karena sudah setengah jam mereka duduk di taman itu. Mereka pergi dengan motor mereka.
Tatha : Cyank,pelan-pelan bawa motornya.
Tomy : Tenang aja ya..ga usah khawatir.
Tatha : Tapi...............aku atakut,kamu kenceng bawanya.
Tomy : Iya,gapapa ini menyenangkan.
Tatha : engga..sama sekali ga menyenangkan,pelan-pelan aku takut banget nich!!!!!!!!!!
Tomy : Baiklah..baiklah tapi katakan dulu kalau Kamu Cyank dan Cinta sama Aku.!
Tatha : Iya,,Aku Cyank dan cinta Kamu Tomy....sekarang pelankan motornya.
Tomy : Sekarang peluk aku yang erat..Hehe
  Tatha pun memeluk Tomy agar mau memelankan motornya.
Tatha : Sekarang pelan-pelan aja ya?
Tomy : emmm,,,bisakah Kamu melepas HelmKu? Terus kamu pakai, Helm ini sangat menggangguku.
    Tatha pun melepas Helm Tomy dsan memmakai Helm itu.
Tomy : Udah kamu pakai Cyank? (Dengan rasa gelisah)
Tatha : Udah,tapi pelan-pelan sekarang.
Tomy : Cyank,,maafin aku ya,selama 5 tahun ini aku punya salah sama kamu.
Tatha : Iya,,Maafin aku juga ya.
   Tiba-tiba motor Tomy melaju cepat dan Tatha pun ketakutan.
Tomy : Astagaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!! Rem-ku rusak (berkata dalam hati)
Tatha : Ya Allah... ini kok tambah kenceng sih ?
   Tomy memeperlambat kecepatannya tapi itu tidak mungkin karena Remnya Blong. Tapi Tomy tidak ingin membiarkan Tatha tau kalau Remnya rusak. Tiba-tiba motor Tomy menabrak Gdung,tapi hanya Tatha yang selamat.


     Kini semua kisah Tatha dan Tomy harus berakhir dengan kematian Tomy. Kisah yang selama ini sudah dijalani selama 5 tahun mereka jaga harus berakhir hancur begitu saja.
Tatha sadar saat Tomy meminta Tatha mengatakan Cyank sdan cinta saat Tomy meminta Tatha memeluk Dia dengan erat karena Tomy tau itu untuk terakhir kalinya bagi Tomy. lalu saat Tomy menyuruh Tatha memakai Helmnya supaya Tatha akan tetap selamat walaupun itu berarti Tomy yang akan mati.










Game Over :(

Minggu, 16 Oktober 2011

Asal Mula Rumah Siput ^-^

Dahulu kala, siput tidak membawa rumahnya kemana-mana… Pertama kali siput tinggal di sarang burung yang sudah ditinggalkan induk burung di atas pohon .
Malam terasa hangat dan siang terasa sejuk karena daun-daun pohon merintangi sinar matahari yang jatuh tepat ke sarang tempat siput tinggal. Tetapi ketika musim Hujan datang, daun-daun itu tidak bisa lagi menghalangi air hujan yang jatuh,.. siput menjadi basah dan kedinginan terkena air hujan.
Kemudian siput pindah ke dalam lubang yang ada di batang pohon, Jika hari panas, siput terlindung dengan baik, bahkan jika hujan turun, siput tidak akan basah dan kedinginan. Sepertinya aku menemukan rumah yang cocok untukku, gumam siput dalam hati.
Tetapi di suatu hari yang cerah, datanglah burung pelatuk ,, tok..tok…tok…burung pelatuk terus mematuk batang pohon tempat rumah siput, siput menjadi terganggu dan tidak bisa tidur,
Dengan hati jengkel, siput turun dari lubang batang pohon dan mencari tempat tinggal selanjutnya. Siput menemukan sebuah lubang di tanah, kelihatannya hangat jika malam datang, pikir siput. Siput membersihkan lubang tersebut dan memutuskan untuk tinggal di dalamnya, tetapi ketika malam datang, tikus-tikus datang menggali dari segala arah merusak rumah siput. Apa mau dikata, siput pergi meninggalkan lubang itu untuk mencari rumah baru….
Siput berjalan terus sampai di tepi pantai penuh dengan batu karang. Sela-sela batu karang dapat menjadi rumahku !!! siput bersorak senang, aku bisa berlindung dari panas matahari dan hujan, tidak aka nada burung pelatuk yang akan mematuk batu karang ini, dan tikus-tikus tidak akan mampu menggali lubang menembus ke batu ini.
Siput pun dapat beristirahat dengan tenang, tetapi ketika air laut pasang dan naik sampai ke atas batu karang, siput ikut tersapu bersama dengan ombak. Sekali lagi siput harus pergi mencari rumah baru. Ketika berjalan meninggalkan pantai, siput menemukan sebuah cangkang kosong, bentuknya cantik dan sangat ringan….
Karena lelah dan kedinginan, Siput masuk ke dalam cangkang itu , merasa hangat dan nyaman lalu tidur bergelung di dalamnya.
Ketika pagi datang, Siput menyadari telah menemukan rumah yang terbaik baginya. Cangkang ini sangat cocok untuknya. Aku tidak perlu lagi cepat-cepat pulang jika hujan turun, aku tidak akan kepanasan lagi, tidak ada yang akan menggangguku, …. aku akan membawa rumah ini bersamaku ke manapun aku pergi.